Bunuh Diri Massal 2008

...suicide is rocks!

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
E-mail Print PDF

 

 

 

Biasanya, artis musisi mengenalkan lagu baru mereka dengan memakai video klip sebagai mediumnya. Tapi ini tidak berlaku mutlak bagi Everybody Loves Irene (ELI). Band triphop asal Jakarta ini mencoba medium lain untuk mengenalkan lagu lainnya yang masih terdapat dalam album anyarnya, “On Second Thought, I Might Want to Change Some Things” yaitu dengan menggunakan cerpen online.

Adalah kolaborasi menarik dari musisi yaitu Everybody Loves Irene dengan duo cerpenis muda negeri ini, Fajar Nugros dan Alanda Kariza. Dipertemukan oleh jaringan maya yang kemudian bertukar ide untuk membuat suatu yang bisa menambah daya imajinasi pembaca dengan menggunakan musik latar yang mengalun. Cerpen noir kontroversial berjudul “Bunuh Diri Massal” bagian satu dari tujuh episode ini telah dipublish pada Agustus 2008 di blog milik Fajar. Episode-episode berikutnya dipublish dengan rentang waktu yang cukup membuat penasaran pembaca setianya. Puncaknya yaitu episode ketujuh baru akan muncul pada tanggal 22 September 2008 pukul 10.15 WIB di http://bdm2008.everybodylovesirene.com , beberapa menit setelah acara Bunuh Diri Massal itu selesai dilangsungkan.

Tentang penulis, Fajar Nugros adalah sineas muda berbakat yang sering dihujani beasiswa dan penghargaan. Ia pernah menjadi finalis di ajang Eagle Award Documentary Competition yang diselenggarakan oleh Metro TV. Fajar aktif mengisi blognya di http://sutradarakacangan.multiply.com dengan cerita-cerita pendek. Satunya lagi adalah Alanda Kariza, gadis belia ini masih duduk di kelas 3 SMA 82 Jakarta. Daya imajinasinya yang luar biasa ia tuangkan dalam tulisan. Suatu ketika, draft novel yang sudah disusunnya ditolak oleh dua penerbit dengan alasan tulisannya tidak cocok untuk anak seusia dia. Alanda tak patah arang, draft novel itu lalu diuploadnya ke Scribd.com dan tak disangka ternyata draft ini disukai banyak orang, tak kurang 5000 netters telah membaca draftnya ini.

“Cerpen-klip –begitu mereka menyebutnya- seperti ini adalah suatu yang baru dilakukan di sini,” papar Aulia (keyboardis ELI). Ia juga memaparkan betapa tidak mudahnya menembus jaringan media televisi dan radio buat band nya yang bergerak secara indie yang kemudian memaksa mereka untuk kreatif mengerahkan daya kemampuan yang ada untuk mengenalkan lagu-lagu mereka. “Kebetulan lagu kami mempunyai warna yang sama dengan cerpen yang ditulis mas Fajar dan Alanda dan mereka setuju untuk ide kolaborasi ini maka jadi deh.”

Setelah single “Rindu” dikenalkan pada publik luas sejak Mei 2008, kini ELI ingin mengenalkan single lainnya yang masih terdapat dalam album yang sama. Judulnya adalah “The Big Bang Prophecy”, sebuah lagu yang kali ini justru bukan Irene, sang vokalis, yang menyanyikannya melainkan Yudhi, gitaris dari band ini. Lagu yang mengangkat tema global warming dan keputus-asaan terhadap bumi yang semakin sakit.

Cerpen nya bisa dibaca dan lagunya pun bisa didengar lewat situs http://bdm2008.everybodylovesirene.com

Ini semakin menegaskan, media internet saat ini telah menjadi media ketujuh yang mengambil alih dari fungsi-fungsi media yang ada sebelumnya. Atau dengan kata lain Internet telah menggantikan peran media cetak, televisi bahkan radio. Internet juga telah menjadi ‘kanvas baru’ untuk anak-anak muda ini mengekspresikan kreasinya lewat cerpen dan lagu.

Sharing is not Stealing, Love is Sharing! 

Last Updated ( Thursday, 18 September 2008 21:31 )